05 Mei 2009

Puisi "IBU" (Buah Karya D. Zawawi Imron)

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau

sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama reranting

hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau

sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku

di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan

lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku

dan ibulah yang meletakkan aku di sini

saat bunga kembang menyemerbak bau sayang

ibu menunjuk ke langit, kemundian ke bumi

aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera

sempit lautan teduh

tempatku mandi, mencuci lumut pada diri

tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh

lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku

kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan

namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu

lantaran aku tahu

engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal

Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu bidadari yang berselendang bianglala

sesekali datang padaku

menyuruhku menulis langit biru

dengan sajakku.


(Karya D. Zawawi Imron - Duta Madura Untuk Sastra Indonesia Modern)

9 komentar:

  1. sungguh beruntung saya menemukan beliau dengan sajak2nya di TVRI,ba'da maghrib-sabtu 29 Mei 2010.
    Apabila tak keberatan sudilah mengirimkan sajak2beliau ke saya alfian_rto@yahoo.co.id.
    Saya menyukai puisi2 halus nya.makasih

    BalasHapus
  2. Munjiyah Dirga Ghazali30 Desember 2010 04.00

    Dengan puisi ini saya bisa menang lomba baca puisi Tingkat Universitas saya pada lomba karya sastra. terimah kasih pusinya sangat bermakna...saya suka pada larik "lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar". sungguh membuat saya menangis di depan juri....saya seorang Mahasiswa UNIVERSITAS HASANUDDIN semester 5...

    BalasHapus
  3. beliau emng luarbiasa.... kmrin bliau mmpir di ppQ darul falah.... di undng oleh temn sastrawan bliau : bpk.chamim kohari

    BalasHapus
  4. aku suka puisi ini, soalnya bapak kasih copian rekaman suaranya langsung saat baca puisi ini:) Aku pernah satu mobil dengan beliau dan diajari nyanyi :) seru

    BalasHapus
  5. keren puol gila...............
    menginspirasi sekali..........

    BalasHapus
  6. terima kasih, dengan hadirmu, madura jadi berwarna.
    semoga nanti, kan tumbuh bibit-bibit baru
    penerus langkahmu.
    khususnya di madura. amiiiiiin

    BalasHapus
  7. ezy noor wema5 Juni 2013 00.11

    aku sangat mencintai karya-karyanya.
    terima kasih budayawan maduraku...

    BalasHapus
  8. keren,,,bahasa sederhana tapi mampu membuat bulu kudu berdiri,,,sya suka puisinya pak D. Zawawi Imron,saya sering buat puisi mengikuti alirannya

    BalasHapus